Jumat, 04 Desember 2015

NIRMANA ( Rupa Dasar )



A. Pengertian Nirmana

Dalan dunia seni rupa berkembang ilmu yang mempelajari berbagai hal yang berkaitan dengan hubungan persepsi,ruang,bentuk,warna,dan bahan terwujud dua dimensi atau tiga dimensi.ilmu tersebut kemudian dikenal dengan nirmana atau rupa dasar. Ilmu ini mengembangkan kemahiran untuk mengolah dan mengkomunikasikan bahasa rupa dengan berbagai bahan dan tehnik.

Nirmana adalah unsur-unsur dasar terbentuknya sebuah wujud visual baik dua dimensi, tiga dimensi,maupun wujud warna. Unsur dasar dasar untuk bangun tiga dimensi adalah baloki, prisma, bola, dan wujud tak beraturan, sdangkan untuk warna adalah merah, kuning, dan biru, serta dapat dilengkapi dengan warna putih, hitam, dan warna mengkilap atau silver.

Nirmana dapat diperkaya dengan berbagai pengembangan dari bentuk dasar di atas,seperti contoh gambar di bawah ini.



1. Wujud dua dimensi


2. Wujud tiga dimensi



3.Warna (warna primer, sekunder, tersier,dan seterusnya) dan tekstur
 












 4.Gradasi warna dan tekstur


















B. Teknik Mengolah Nirmana

Teknik mengolah nirmana antara lain dengan cara menata, mengkomposisikan, mengatur, menyusun, menciptakan vriasi, ataupun merancang unsure rupa itu menjadi sesuatu yang mengugah persepsi pengamat. Beberapa prinsip dalam mengolah nirmana yang umum antara lain sebagai berikut.

 1. Simetri (Symmetry)

Simetri adalh dua atau lebih unsure rupa yang sama dan diletakan sejajar atau berdekatan serta di antara unsur rupa tersebut mengandung kesamaan atau kemiripan.

 





2. Irama (Rhythem)

 Irama adalah kesan bergerak sebuah garis, warna, atau bentuk, baik secara berulang dinamis, sehingga secara keseluruhan tidak monoton. Bentuk yang berirama dapat dimengerti sebagai bentuk yang dinamis, perwujudannya dapat berupa bentuk yang lembut, tiba-tiba “keras”, kemudian “keras”.


 
 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar